Sejarah BULUNGAN

Sejarah Pemerintahan Kabupaten Bulungan diawali dengan berakhirnya Kesultanan Bulungan setelah dikeluarkannya surat keputusan Gubernur Kalimantan Timur No. 186/ORD/92/14/1950, yang merupakan penetapan kedudukan Kesultanan Bulungan menjadi wilayah swapraja dengan sultan terakhir Sultan Maulanan Djalaludin (1931). Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur tersebut disahkan menjadi UU Darurat RI No. 03 Tahun 1953. Kemudian dengan UU No. 22 Tahun 1955 Wilayah Kesultanan Bulungan diubah menjadi Daerah Istimewa. Pada tahun 1959, Status Daerah Istimewah diubah lagi menjadi Daerah Tingkat II Kabupaten Bulungan, berdasarkan UU No. 27 tahun 1959.
Sebagai realisasi dari UU tersebut pada tanggal 12 Oktober 1960 dilakukan pelantikan gelar Datuk Wijaharja sebagai Bupati bulungan pertama.
Adapun mantan Bupati dan Bupati Aktif menjadi kepala pemerintahan di Kabupaten Bulungan adalah :
1. Andi Tjato gelar Datuk Wijahjah (1960 – 1963)
2. Damus Mananging Frans (1963 – 1964)
3. E.N Zakariyah Mas Tronojoyo (1964 – 1965)
4. Kol. Pol H. Anwar Arbain / Polri
5. Kol. H. Soetadji / TNI
6. Kol. Soelarsono / TNI (1985 – 1990)
7. Kol. Inf. H. Jusuf Dali / TNI (1990 – 1995)
8. Kol. Art. R.A. Bessing / TNI (1995 – 2000)
9. H. Anang Dachlan Djauhari, SE – Drs.Henry Edom (2000 – 2005)
10.Drs. H. Abdussamad, M.Si (Pj. Bupati)
11.Drs. H. Budiman Arifin, M.Si – Drs. Let Ingai, M.Si (2005 – 2010) & (2010 – 2015)

Sejarah Pemekaran
Berdasarkan Undang-Undang No. 29 Tahun 1997 tentang pemekaran Kotamadya Dati II Tarakan
Berdasarkan Undang-Undang No. 47 Tahun 1999 tentang pemekaran Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau
Berdasarkan Undang-Undang No. 34 Tahun 2007 tentang pemekaran Kabupaten Tanah Tidung
Luas wilayah Kabupaten Bulungan pasca pemekaran kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan, kabupaten Malinau dan Kabupaten Tanah Tidung adalah 13.181,92 Km2 dengan administrasi pemerintahan terdiri 10 Kecamatan, 60 Desa dan 7 Kelurahan.

Mengenal ISLAM

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga shalawat dan salam tercurah untuk imam para rasul, nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para shahabatnya .

Islam adalah syari’at Allah terakhir yang diturunkan-Nya kepada penutup para nabi dan rasul-Nya, Muhammad bin Abdullahshallallahu ‘alaihi wasallam. Ia merupakan satu-satunya agama yang benar. Allah tidak menerima agama dari siapapun selainnya. Dia telah menjadikannya sebagai agama yang mudah, tidak ada kesulitan dan kesusahan di dalamnya. Allah tidak mewajibkan dan tidak pula membebankan kepada para pemeluknya apa-apa yang mereka tidak sanggup melakukannya. Islam adalah agama yang dasarnya tauhid, syi’arnya kejujuran, porosnya keadilan, tiangnya kebenaran, ruhnya kasih sayang. Ia merupakan agama agung yang mengarahkan manusia kepada seluruh hal yang bermanfa’at, serta melarang dari segala hal yang membahayakan bagi agama dan kehidupan mereka di dunia.

Dengannya Allah meluruskan ’aqidah dan akhlak, serta memperbaiki kehidupan dunia dan akhirat. Dengannya pula Allah menyatukan hati yang bercerai-berai, dan hawa nafsu yang berpecah-belah, dengan membebaskannya dari kegelapan kebatilan, dan mengarahkan serta menunjukinya kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Islam adalah agama yang lurus, yang sangat bijaksana dan sempurna dalam segala berita dan hukum-hukumnya. Ia tidak memberitakan kecuali dengan jujur dan benar, dan tidak menghukum kecuali dengan yang baik dan adil, yaitu: ’aqidah yang benar, amalan yang tepat, akhlak yang utama dan etika yang mulia.

Syari’ah Islam bertujuan untuk mewujudkan hal-hal berikut:

1. Memperkenalkan manusia dengan Tuhan dan Pencipta mereka, melalui nama-nama-Nya yang mulia dan sifat-sifat-Nya yang agung, serta perbuatan-perbuatan-Nya yang sempurna.

2. Menyeru manusia untuk beribadah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya; dengan menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, yang merupakan kemaslahatan bagi mereka di dunia dan akhirat.

3. Mengingatkan mereka akan keadaan dan tempat kembali mereka setelah mati, dan apa yang akan mereka hadapi di dalam kubur, serta ketika dibangkitkan dan dihisab. Kemudian tempat kembali mereka surga atau neraka.

Read the rest of this entry

Belajar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ada usul agar artikel atau bagian ini digabungkan dengan Pembelajaran. (Diskusikan)

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.

Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.[1] Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting]Penjelasan Definisi

  • Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah kognitifafektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja.
  • Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
  • Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku.
  • Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
  • Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima – hadiah atau hukuman – sebagai konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut.
  • perasaan bangga dalam diri karna dapat mengerti dan paham akan apa yang di pelajari.

[sunting]Lihat pula

[sunting]Referensi

  1. ^ Slavin, 2000:143)

[sunting]Prana Luar

Nuvola apps bookcase.svg Artikel bertopik pendidikan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.